Topik: Penerapan Sistem Merit
Soal:
Instansi X ingin mengisi jabatan Pimpinan Tinggi yang kosong. Alih-alih melakukan seleksi terbuka secara nasional, instansi tersebut memilih kandidat dari Talent Pool (Kelompok Rencana Suksesi) internal yang sudah dinilai melalui Assessment Center dengan kualifikasi sangat baik. Apakah tindakan ini dibenarkan dalam Sistem Merit?
A. Tidak boleh, karena setiap pengisian jabatan harus melalui lelang terbuka sesuai UU ASN.
B. Boleh, asalkan instansi tersebut sudah mendapatkan kategori "Sangat Baik" dalam
penerapan Sistem Merit dari KASN.
C. Boleh, namun hanya untuk jabatan fungsional, bukan jabatan pimpinan tinggi.
D. Tidak boleh, karena hal tersebut tergolong nepotisme terselubung.
E. Boleh, asalkan kandidat tersebut adalah kerabat dekat dari Pejabat Pembina
Kepegawaian (PPK).
Pembahasan:
Analisis:
Berdasarkan Peraturan @Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 dan perubahannya,
instansi yang sudah menerapkan Sistem Merit kategori Sangat Baik diperbolehkan mengisi jabatan melalui
Manajemen Talenta (Rencana Suksesi) tanpa harus melakukan lelang terbuka secara luas (Open Bidding).
Jawaban Benar: B.
Logika:
Keuntungan dari Sistem Merit adalah efisiensi. Jika database talenta sudah valid dan terakreditasi,
organisasi tidak perlu memulai proses dari nol.
Topik: Manajemen Perubahan (Change Management)
Soal:
Dalam rangka digitalisasi layanan kepegawaian, instansi Anda meluncurkan aplikasi baru. Namun, banyak pegawai senior yang enggan menggunakan aplikasi tersebut dan lebih memilih cara manual dengan alasan aplikasi tersebut sulit dipahami. Sebagai Analis SDM yang berperan sebagai Agent of Change, strategi mana yang paling tepat?
A. Memberikan sanksi teguran tertulis kepada seluruh pegawai yang tidak menggunakan
aplikasi.
B. Menarik kembali aplikasi tersebut dan membatalkan program digitalisasi.
C. Mengidentifikasi "Early Adopters" (pegawai yang cepat belajar) untuk menjadi mentor bagi
rekan kerjanya dan melakukan pendampingan bertahap.
D. Membiarkan saja karena lambat laun mereka akan terbiasa sendiri.
E. Mengharuskan pegawai senior tersebut untuk pensiun dini agar tidak menghambat sistem.
Pembahasan:
Analisis:
Ini adalah soal kompetensi manajerial tentang cara mengatasi resistensi terhadap perubahan.
Jawaban Benar: C.
Logika:
Perubahan membutuhkan "role model". Dengan memanfaatkan rekan sejawat sebagai mentor
(peer-to-peer learning), resistensi psikologis biasanya akan menurun dibandingkan jika dipaksa dengan ancaman sanksi (A).
Topik: Kode Etik dan Perilaku ASN
Soal:
Anda mendapati seorang rekan kerja sesama Analis SDM membocorkan skor hasil Assessment Center salah satu peserta seleksi jabatan kepada pihak eksternal. Tindakan apa yang pertama kali harus Anda lakukan sebagai ASN yang berintegritas?
A. Membiarkannya karena itu bukan urusan Anda.
B. Langsung membagikan informasi tersebut ke media sosial agar rekan tersebut jera.
C. Menegur rekan tersebut secara pribadi dan melaporkannya kepada atasan atau unit
kepatuhan internal.
D. Meminta bagian dari keuntungan jika rekan tersebut mendapatkan imbalan.
E. Mengundurkan diri karena merasa lingkungan kerja tidak sehat.
Pembahasan:
Analisis: Integritas dan kerahasiaan data adalah kompetensi inti Analis SDM.
Jawaban Benar: C
Logika: Prosedur formal dalam organisasi adalah mengingatkan (internal) dan melaporkan
melalui saluran resmi (whistleblowing system).
Perlu Latihan dengan soal-soal seleksi CASN yang lebih banyak variasi, bisa kamu klik https://lynk.id/pinterstudi
