[SOAL KOMPETENSI TEKNIS] Pembahasan Soal Sulit CASN PPPK : Apoteker Ahli Pertama - Edisi 1

Sobat Pinterstudi - Berikut adalah contoh soal latihan Kompetensi Teknis untuk jabatan Apoteker Ahli Pertama dengan fokus pada lingkungan kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM).

    Perlu diingat, Apoteker di lingkungan KemenHAM biasanya ditempatkan di Poliklinik Lapas (Lembaga Pemasyarakatan), Rutan (Rumah Tahanan), atau RS Pengayoman. Oleh karena itu, soal-soal ini saya rancang dengan penekanan pada:

  1. Manajemen Obat Narkotika/Psikotropika (sangat ketat di Lapas).
  2. Penyakit menular umum di Lapas (TBC, HIV/AIDS, Skabies).
  3. Regulasi Kefarmasian Dasar.

Latihan Soal Kompetensi Teknis Apoteker Ahli Pertama (KemenHAM)

Topik 1: Farmasi Klinis & Penyakit Menular (TB & HIV)

Soal 1

Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berusia 35 tahun didiagnosis menderita TBC paru kasus baru. Dokter meresepkan paket OAT Kategori 1 (2HRZE/4H3R3). Setelah 3 minggu pengobatan, pasien mengeluh kesemutan dan rasa kebas pada ujung jari tangan dan kaki. Sebagai Apoteker, rekomendasi apa yang Anda berikan kepada dokter untuk mengatasi efek samping tersebut?

  1. Menghentikan sementara pemberian Isoniazid.
  2. Menambahkan suplementasi Piridoksin (Vitamin B6).
  3. Mengganti Rifampisin dengan Streptomisin.
  4. Memberikan terapi simptomatik dengan Parasetamol.
  5. Menurunkan dosis Etambutol.

Jawaban: B

Pembahasan:

Efek samping yang dialami pasien adalah Neuropati Perifer (kesemutan/kebas), yang merupakan efek samping khas dari penggunaan Isoniazid (INH). Mekanismenya adalah INH menghambat aktivasi piridoksin. Penatalaksanaannya bukan menghentikan obat (karena TB harus tuntas), melainkan memberikan Vitamin B6 (Piridoksin) 10-25 mg/hari sebagai pencegahan atau dosis lebih tinggi untuk terapi.

Soal 2

Di klinik Lapas, prevalensi koinfeksi TB-HIV cukup tinggi. Seorang pasien HIV yang sedang rutin mengonsumsi ARV (Antiretroviral) didiagnosis TB dan akan memulai terapi OAT yang mengandung Rifampisin. Interaksi obat apa yang perlu diwaspadai oleh Apoteker?

  1. Rifampisin menghambat metabolisme ARV sehingga toksisitas meningkat.
  2. Rifampisin adalah enzyme inducer kuat yang dapat menurunkan kadar ARV dalam darah.
  3. ARV menghambat absorpsi Rifampisin.
  4. Efek samping hepatotoksik berkurang jika diberikan bersamaan.
  5. Tidak ada interaksi yang signifikan.

Jawaban: B

Pembahasan:

Rifampisin adalah inducer kuat enzim CYP450 di hati. Hal ini menyebabkan metabolisme obat lain (termasuk golongan ARV seperti Nevirapine atau Efavirenz) menjadi lebih cepat, sehingga kadar ARV dalam darah turun (subterapeutik). Hal ini berisiko menyebabkan kegagalan terapi HIV. Biasanya diperlukan penyesuaian dosis atau penggantian rejimen obat.

 

Topik 2: Manajemen Farmasi & Regulasi Narkotika

Soal 3

Anda adalah Apoteker Penanggung Jawab di Klinik Rutan. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan (PMK No. 3 Tahun 2015 dan perubahannya), bagaimana persyaratan penyimpanan obat golongan Narkotika (seperti Kodein atau Morfin) yang benar?

  1. Disimpan di lemari pendingin (kulkas) dengan suhu 2-8°C.
  2. Disimpan di etalase depan agar mudah diawasi oleh petugas keamanan.
  3. Disimpan dalam lemari khusus double lock (dua kunci berbeda), terbuat dari bahan kuat, dan tidak mudah dipindahkan.
  4. Disimpan satu lemari dengan obat High Alert lainnya seperti injeksi elektrolit pekat.
  5. Boleh diletakkan di rak biasa asalkan ruangannya terkunci.

Jawaban: C

Pembahasan:

Penyimpanan Narkotika wajib menggunakan Lemari Khusus dengan kriteria:

  1. Terbuat dari bahan kuat.
  2. Tidak mudah dipindahkan (ditanam di tembok/lantai jika ukuran kecil).
  3. Mempunyai 2 (dua) buah kunci yang berbeda (Double Lock).
  4. Kunci dikuasai oleh Apoteker Penanggung Jawab dan pegawai lain yang dikuasakan.

Soal 4

Setiap bulan, Apoteker di Klinik Lapas wajib melaporkan penggunaan Narkotika dan Psikotropika melalui SIPNAP (Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika). Kapan batas waktu pelaporan setiap bulannya?

  1. Tanggal 5 bulan berikutnya.
  2. Tanggal 10 bulan berikutnya.
  3. Tanggal 15 bulan berikutnya.
  4. Tanggal 25 bulan berjalan.
  5. Akhir bulan berjalan.

Jawaban: B

Pembahasan:

Sesuai peraturan, pelaporan pemasukan dan pengeluaran Narkotika dan Psikotropika dilakukan paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya.

 

Topik 3: Penyakit Kulit (Umum di Lingkungan Tertutup)

Soal 5

Beberapa warga binaan di satu blok sel mengeluhkan gatal hebat terutama pada malam hari (pruritus nocturnal). Ditemukan adanya terowongan kecil (kunikulus) di sela-sela jari tangan mereka. Dokter mendiagnosis Skabies. Obat lini pertama (Drug of Choice) apa yang Anda siapkan?

  1. Salep Hidrokortison 2.5%
  2. Krim Permethrin 5%
  3. Salep Ketokonazol 2%
  4. Bedak Salisil 2%
  5. Krim Asiklovir 5%

Jawaban: B

Pembahasan:

Gejala gatal malam hari dan menyerang sekelompok orang adalah ciri khas Skabies (kudis). Terapi lini pertama (Gold Standard) untuk membasmi tungau Sarcoptes scabiei adalah Permethrin 5% cream.

  • Hidrokortison (Kortikosteroid) hanya untuk gatal, tidak membunuh tungau.
  • Ketokonazol untuk jamur.
  • Asiklovir untuk virus (herpes).

 

Topik 4: Stabilitas & Penyimpanan Obat

Soal 6

Klinik Lapas menerima persediaan vaksin Hepatitis B dan Insulin untuk pasien diabetes. Suhu penyimpanan yang tepat untuk kedua sediaan tersebut agar tetap stabil adalah...

  1. Suhu beku (< 0°C)
  2. Suhu sejuk (8-15°C)
  3. Suhu dingin (2-8°C)
  4. Suhu kamar terkendali (20-25°C)
  5. Suhu hangat (30-35°C)

Jawaban: C

Pembahasan:

Sediaan biologis seperti Vaksin dan Insulin (yang belum dibuka/stok) wajib disimpan pada suhu dingin 2°C s.d 8°C (Cold Chain) untuk menjaga stabilitas proteinnya. Insulin yang sudah dipakai (in-use) boleh disimpan di suhu ruang selama maksimal 28 hari, namun penyimpanan stok utama harus di kulkas (bukan freezer).

 

Topik 5: Perhitungan Farmasi & Dosis

Soal 7

Seorang dokter meminta Anda membuat larutan Alkohol 70% sebanyak 100 ml untuk antiseptik luka. Di klinik hanya tersedia Alkohol absolut (96%). Berapa banyak Alkohol 96% yang harus diambil untuk membuat sediaan tersebut?

  1. 68,5 ml
  2. 70,0 ml
  3. 72,9 ml
  4. 80,0 ml
  5. 96,0 ml

Jawaban: C

Pembahasan:

Menggunakan rumus pengenceran:

$V_1 \times K_1 = V_2 \times K_2$

$V_1 \times 96\% = 100 \text{ ml} \times 70\%$

$V_1 = \frac{7000}{96}$

$V_1 = 72,91 \text{ ml}$

Jadi, diambil Alkohol 96% sebanyak 72,9 ml lalu ditambahkan aquadest hingga volume total 100 ml.

 

Topik 6: Regulasi Pelayanan Kefarmasian

Soal 8

Dalam Standar Pelayanan Kefarmasian di Klinik (PMK No. 34 Tahun 2021 atau perubahannya), pelayanan farmasi klinik meliputi hal-hal di bawah ini, KECUALI...

  1. Pengkajian dan pelayanan Resep
  2. Pelayanan Informasi Obat (PIO)
  3. Konseling
  4. Pengadaan alat kesehatan radiologi
  5. Pemantauan Terapi Obat (PTO)

Jawaban: D

Pembahasan:

Pengadaan alat kesehatan radiologi bukan termasuk lingkup Pelayanan Farmasi Klinik. Farmasi Klinik berfokus pada pasien (patient oriented) seperti pengkajian resep, PIO, Konseling, Visite (jika rawat inap), PTO, dan MESO. Pengadaan obat masuk dalam Manajemen Sediaan Farmasi, namun spesifik alat radiologi biasanya ranah radiografer/umum, bukan inti farmasi klinik.


Tips Khusus Tes PPPK KemenHAM Formasi Apoteker:

  1. Pelajari PMK tentang Puskesmas/Klinik: Karena fasilitas kesehatan di Lapas/Rutan setara dengan Klinik Pratama, maka standar pelayanannya mengacu pada regulasi Klinik.
  2. Kuasai Obat-Obat Program Pemerintah: TB, HIV, dan Kusta adalah fokus utama kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Pelajari rejimen terapi (FDC), efek samping, dan interaksinya.
  3. Hafal Golongan Obat Keras/Narkotik: Soal sering menjebak tentang logo obat, penyimpanan, dan pemusnahan obat kadaluwarsa (berita acara pemusnahan).
  4. Tanggap Darurat: Pelajari obat-obatan Emergency Kit (Adrenalin, Deksametason, Lidokain) karena di penjara sering terjadi kasus gawat darurat mendadak.

Semoga berhasil!

 

 

Perlu Latihan dengan soal-soal seleksi CASN yang lebih banyak variasi, bisa kamu klik https://lynk.id/pinterstudi

 









Lebih baru Lebih lama

monetag

monetag

نموذج الاتصال