Berikut adalah soal latihan untuk posisi Data Manager dalam Rekrutmen Tenaga Digitalisasi Pencatatan dan Pelaporan Program Imunisasi Kemenkes RI (Tahun 2026).
Soal-soal ini dirancang berdasarkan kriteria kompetensi pengelolaan data kesehatan, platform digital Kemenkes (ASIK & SATUSEHAT), serta manajemen program imunisasi nasional.
Bagian 1: Digitalisasi dan Platform ASIK/SATUSEHAT
1. Platform utama yang digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk pencatatan imunisasi
secara digital di tingkat layanan primer adalah...
A. PeduliLindungi
B. SATUSEHAT Mobile
C. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK)
D. Simpus
E. E-Kohort
2. Apa peran utama SATUSEHAT dalam ekosistem digital kesehatan Indonesia?
A. Sebagai aplikasi pendaftaran pasien online
B. Sebagai platform interoperabilitas yang menghubungkan data dari berbagai fasilitas kesehatan
C. Sebagai aplikasi pengingat jadwal imunisasi mandiri
D. Sebagai media sosial bagi tenaga kesehatan
E. Sebagai platform pembayaran asuransi kesehatan
3. Dalam aplikasi ASIK, input data imunisasi anak dilakukan berdasarkan identitas unik
berupa...
A. Nama Lengkap
B. Nomor Kartu Keluarga (KK)
C. Nomor Induk Kependudukan (NIK)
D. Alamat Domisili
E. Nama Ibu Kandung
4. Jika seorang anak tidak memiliki NIK saat akan diinput ke dalam sistem digital,
langkah apa yang paling tepat dilakukan oleh Data Manager sesuai protokol Kemenkes?
A. Menolak memberikan layanan imunisasi
B. Menginput data secara manual di kertas dan tidak melaporkannya ke pusat
C. Menggunakan NIK orang tua atau mengacu pada prosedur input tanpa NIK yang tersedia di sistem
(misal: menggunakan nomor identitas lain sementara)
D. Menunggu anak memiliki NIK terlebih dahulu baru diimunisasi
E. Meminta orang tua membuat NIK di tempat pelayanan kesehatan
5. Standar pertukaran data kesehatan yang digunakan oleh platform SATUSEHAT untuk
memastikan integrasi data antar sistem adalah...
A. ICD-10
B. HL7 FHIR
C. SQL Server
D. API Key
E. ISO 9001
Bagian 2: Manajemen Data dan Kualitas Data
6. Apa yang dimaksud dengan "Data Cleansing" dalam tugas seorang Data Manager?
A. Menghapus semua data lama dari database
B. Proses mendeteksi dan memperbaiki (atau menghapus) data yang tidak akurat, tidak lengkap,
atau ganda
C. Memindahkan data dari format digital ke kertas
D. Mengunci akses data agar tidak bisa diedit
E. Mencuci perangkat keras (hardware) penyimpanan data
7. Salah satu indikator kualitas data adalah "Timeliness". Dalam pelaporan imunisasi,
hal ini berarti...
A. Data harus dikirim dengan kecepatan internet tinggi
B. Data dilaporkan tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan (misal: sebelum tanggal 5 tiap bulan)
C. Data harus dilaporkan dalam durasi 24 jam nonstop
D. Data harus memiliki durasi waktu penyimpanan yang lama
E. Data harus mencantumkan jam pelayanan secara detail
8. Di bawah ini yang merupakan contoh "Data Inconsistency" dalam pelaporan imunisasi adalah...
A. Jumlah anak yang diimunisasi sama dengan jumlah vaksin yang digunakan
B. Nama anak di aplikasi berbeda dengan nama di akta kelahiran
C. Jumlah total cakupan imunisasi di tingkat Puskesmas lebih besar daripada jumlah sasaran yang
ada di wilayah tersebut
D. Penggunaan huruf kapital pada nama anak
E. Data terkirim tepat waktu sebelum tenggat pelaporan
9. Manakah dari berikut ini yang merupakan teknik validasi data yang paling tepat untuk
memastikan keakuratan jumlah stok vaksin?
A. Melakukan rekapitulasi manual setiap hari tanpa sistem
B. Melakukan "Stock Opname" secara fisik dan mencocokkannya dengan data di sistem aplikasi
(seperti SMILE/Sistem Monitoring Logistik)
C. Menghitung jumlah suntikan saja
D. Percaya pada laporan dari petugas gudang tanpa verifikasi
E. Mengurangi stok secara otomatis setiap bulan tanpa pengecekan
10. Visualisasi data yang paling efektif untuk melihat tren cakupan imunisasi dari bulan
ke bulan selama satu tahun adalah...
A. Pie Chart
B. Bar Chart
C. Line Chart (Grafik Garis)
D. Scatter Plot
E. Heat Map
Bagian 3: Kebijakan Program Imunisasi dan PD3I
11. Apa kepanjangan dari PD3I dalam konteks program kesehatan?
A. Program Daerah Dasar Imunisasi Indonesia
B. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
C. Pemantauan Data Dasar Imunisasi Internasional
D. Penyakit Dalam Dan Dalam Imunisasi
E. Pusat Data Digital Imunisasi Indonesia
12. Seorang bayi dikatakan telah mendapatkan "Imunisasi Dasar Lengkap" jika telah
mendapatkan...
A. 1 dosis Hepatitis B, 1 dosis BCG, 4 dosis Polio, 3 dosis DPT-HB-Hib, dan 1 dosis Campak-Rubela
sebelum usia 1 tahun
B. Hanya vaksin COVID-19
C. Semua jenis vaksin yang ada di Puskesmas
D. 2 dosis DPT dan 1 dosis Polio saja
E. Imunisasi saat masuk sekolah dasar (BIAS)
13. Pencatatan kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) harus segera dilaporkan.
Siapa yang bertanggung jawab melakukan verifikasi data awal di lapangan?
A. Menteri Kesehatan
B. Data Manager di tingkat Pusat
C. Pokja KIPI Kabupaten/Kota atau petugas kesehatan di fasilitas layanan
D. Pasien sendiri melalui media sosial
E. Admin server di Kemenkes
14. Tujuan utama dari kegiatan PWS (Pemantauan Wilayah Setempat) Imunisasi adalah...
A. Menghitung jumlah kerugian vaksin
B. Memantau cakupan imunisasi secara terus-menerus di setiap wilayah agar dapat diambil tindakan
perbaikan segera
C. Menentukan jadwal libur petugas kesehatan
D. Membandingkan kinerja antar negara
E. Menjual data kesehatan ke pihak ketiga
15. Apa yang dimaksud dengan "Cold Chain" dalam distribusi vaksin?
A. Rantai besi untuk mengunci lemari es
B. Sistem penyimpanan dan distribusi vaksin pada suhu terjaga (2-8°C untuk sebagian besar vaksin)
agar kualitasnya tidak rusak
C. Proses pengiriman data menggunakan kabel fiber optik
D. Urutan pemberian vaksin dari bayi hingga dewasa
E. Nama aplikasi terbaru dari Kemenkes
Bagian 4: Keamanan Data dan Etika
16. Undang-Undang di Indonesia yang secara spesifik mengatur tentang Perlindungan
Data Pribadi (PDP) adalah...
A. UU No. 11 Tahun 2008 (ITE)
B. UU No. 27 Tahun 2022
C. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
D. UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
E. Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 Tahun 2017
17. Manakah tindakan berikut yang melanggar etika keamanan data kesehatan?
A. Mengenkripsi file berisi NIK anak sebelum dikirim via email resmi
B. Membagikan tangkapan layar (screenshot) data identitas anak yang diimunisasi ke grup
WhatsApp publik untuk laporan
C. Memberikan akses akun ASIK hanya kepada petugas yang berwenang
D. Mengganti kata sandi sistem secara berkala
E. Melakukan backup data di server internal yang aman
18. Jika terjadi kebocoran data pada sistem informasi imunisasi, langkah pertama yang harus
dilakukan oleh Data Manager adalah...
A. Mematikan seluruh listrik di kantor
B. Melaporkan kejadian tersebut kepada tim keamanan IT/insiden response dan pimpinan untuk
mitigasi dampak
C. Menghapus semua bukti kebocoran agar tidak ketahuan
D. Mengabaikannya jika data yang bocor hanya sedikit
E. Menyalahkan penyedia layanan internet
19. Prinsip "Data Minimization" dalam pengelolaan data berarti...
A. Mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk cadangan
B. Hanya mengumpulkan dan mengolah data yang benar-benar diperlukan sesuai tujuan program
C. Menggunakan ukuran font yang sangat kecil dalam tabel data
D. Menghapus data setiap hari
E. Membatasi jumlah orang yang boleh diimunisasi
20. Dalam sistem ASIK, autentikasi pengguna biasanya dilakukan melalui...
A. Hanya username tanpa password
B. Nomor WhatsApp terdaftar atau email resmi melalui kode OTP
C. Sidik jari langsung ke layar HP
D. Pengenalan wajah (Face Recognition)
E. Tidak memerlukan login khusus
Bagian 5: Analisis dan Pelaporan
21. Apa yang dimaksud dengan "Drop Out" (DO) Rate dalam program imunisasi?
A. Persentase anak yang putus sekolah
B. Selisih antara jumlah anak yang menerima dosis pertama vaksin tertentu dengan jumlah yang
menyelesaikan dosis terakhir (misal DPT 1 ke DPT 3)
C. Jumlah anak yang pindah domisili
D. Jumlah vaksin yang pecah saat pengiriman
E. Persentase petugas yang mengundurkan diri
22. Data "Denominator" yang digunakan untuk menghitung cakupan imunisasi biasanya
berasal dari...
A. Jumlah anak yang datang ke Puskesmas saja
B. Data estimasi sasaran bayi/anak di wilayah tersebut (berdasarkan Pusdatin atau Dukcapil)
C. Jumlah botol vaksin yang tersedia
D. Luas wilayah dalam kilometer persegi
E. Jumlah tenaga kesehatan yang bertugas
23. Seorang Data Manager menemukan bahwa cakupan imunisasi BCG mencapai 110%.
Apa interpretasi yang paling mungkin?
A. Data sangat akurat
B. Terjadi kesalahan dalam pengisian jumlah sasaran (denominator) atau ada banyak anak dari
luar wilayah yang ikut diimunisasi di lokasi tersebut
C. Vaksin BCG sedang sangat populer
D. Sistem ASIK sedang mengalami kerusakan total
E. Petugas kesehatan bekerja lembur
24. Apa fungsi dari "Dashboard" dalam sistem pelaporan digital Kemenkes?
A. Tempat menyimpan alat tulis kantor
B. Media visualisasi data secara real-time untuk membantu pengambilan keputusan oleh pimpinan
(seperti melihat wilayah dengan cakupan rendah)
C. Aplikasi untuk mengedit foto petugas
D. Sistem untuk memesan tiket perjalanan dinas
E. Folder tempat menyimpan file sampah
25. Dalam pelaporan bulanan, data logistik (vaksin) harus sinkron dengan data cakupan.
Jika cakupan imunisasi Campak adalah 100 anak, namun pemakaian vaksin hanya 1 vial
(isi 10 dosis), apa yang terjadi?
A. Terjadi penghematan vaksin yang luar biasa
B. Terjadi ketidakakuratan data (data anomaly) karena jumlah suntikan melebihi kapasitas dosis
dalam vaksin yang dilaporkan terpakai
C. Vaksin tersebut berkualitas sangat tinggi
D. Petugas sangat ahli dalam menyuntik
E. Data sudah benar dan siap dilaporkan ke pimpinan
Kunci Jawaban Singkat:
- C | 2. B | 3. C | 4. C | 5. B | 6. B | 7. B | 8. C | 9. B | 10. C
- B | 12. A | 13. C | 14. B | 15. B | 16. B | 17. B | 18. B | 19. B | 20. B
- B | 22. B | 23. B | 24. B | 25. B
