Sobat Pinterstudi - ini adalah soal latihan untuk tes PPPK formasi Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, khususnya pada bagian Tes Wawancara (yang dalam seleksi PPPK biasanya dilakukan berbasis komputer/CAT dengan tujuan menilai integritas dan moralitas).
Pada tes wawancara PPPK berbasis komputer, soal biasanya berupa studi kasus singkat dengan 4 pilihan jawaban. Setiap jawaban memiliki bobot nilai (4, 3, 2, 1), sehingga tidak ada jawaban yang benar-benar "salah", namun Anda harus memilih yang memiliki poin integritas tertinggi (poin 4).
Berikut adalah 5 contoh soal beserta kunci jawaban dan pembahasannya yang relevan untuk lingkungan Kementerian HAM:
Soal 1: Integritas dan Kejujuran
Kasus: Anda adalah seorang Analis SDM yang bertugas memverifikasi berkas pelamar. Anda menemukan bahwa salah satu pelamar yang berkasnya tidak lengkap adalah kerabat dekat dari atasan Anda. Atasan Anda memberi isyarat agar Anda "membantu" meloloskan berkas tersebut. Sikap Anda adalah...
- Meloloskan berkas tersebut karena takut ditegur atasan, namun memberi catatan kecil.
- Menolak secara halus dan menjelaskan bahwa sistem verifikasi dilakukan secara digital dan transparan sehingga tidak bisa dimanipulasi.
- Melaporkan atasan kepada pihak pengawas internal karena mencoba melakukan nepotisme.
- Pura-pura tidak tahu dan membiarkan rekan kerja lain yang memverifikasi berkas tersebut.
Pembahasan & Bobot Nilai:
- Jawaban Terbaik (Poin 4): B. Menolak secara halus dengan alasan profesionalisme dan sistem adalah tindakan yang paling tepat. Ini menunjukkan integritas Anda dalam memegang aturan (SOP) tanpa harus menciptakan konflik frontal yang tidak perlu dengan atasan secara langsung di tempat.
- Poin 3: C. Melaporkan adalah tindakan berani, namun dalam konteks soal wawancara PPPK, penyelesaian masalah secara persuasif dan tetap pada aturan kerja seringkali dinilai lebih bijak sebagai langkah awal.
- Poin 2: D. Menghindar dari tanggung jawab (lempar ke rekan).
- Poin 1: A. Melanggar aturan demi atasan (Integritas rendah).
Soal 2: Kerjasama dan Keberagaman
Kasus: Di Kementerian HAM, Anda ditempatkan dalam satu tim dengan rekan kerja yang memiliki pandangan politik dan latar belakang budaya yang sangat bertolak belakang dengan Anda. Seringkali perdebatan kecil terjadi saat jam istirahat yang membuat suasana kerja menjadi canggung. Sikap Anda...
- Meminta atasan untuk memindahkan saya ke tim lain agar kinerja saya tidak terganggu.
- Menjaga jarak dan hanya berbicara seperlunya saja terkait pekerjaan.
- Tetap bersikap profesional, menghormati pandangannya, dan mengajak fokus pada tujuan bersama dalam pekerjaan saat jam kantor.
- Mencoba mendebat pandangannya agar ia menyadari bahwa pemikirannya keliru.
Pembahasan & Bobot Nilai:
- Jawaban Terbaik (Poin 4): C. Menunjukkan kematangan emosional dan sikap inklusif. Fokus pada profesionalisme dan menghargai perbedaan adalah nilai utama dalam kompetensi sosio-kultural.
- Poin 3: B. Cukup baik karena menghindari konflik, namun kurang aktif dalam membangun hubungan kerja yang positif.
- Poin 2: A. Menunjukkan ketidakmampuan beradaptasi.
- Poin 1: D. Memicu konflik dan tidak toleran.
Soal 3: Orientasi pada Pelayanan
Kasus: Seorang pegawai datang ke ruangan Anda dengan emosi, memprotes karena kenaikan pangkatnya tertunda akibat berkas yang belum lengkap. Ia merasa sudah menyerahkan semuanya dan menuduh tim Anda lambat. Sebagai Analis SDM, yang Anda lakukan adalah...
- Meminta pegawai tersebut keluar ruangan dan kembali jika sudah tenang.
- Menjelaskan dengan tegas bahwa itu adalah kesalahannya sendiri karena tidak teliti.
- Mendengarkan keluhannya, menenangkan, lalu mengecek status berkasnya bersama-sama untuk mencari solusi.
- Meminta maaf dan berjanji akan segera memproses kenaikan pangkatnya hari itu juga agar ia tidak marah.
Pembahasan & Bobot Nilai:
- Jawaban Terbaik (Poin 4): C. Menunjukkan sikap melayani, empati, dan problem solving. Anda tidak defensif, tapi juga tidak menjanjikan sesuatu yang mungkin melanggar prosedur.
- Poin 3: D. Berorientasi pelayanan, namun menjanjikan sesuatu secara instan tanpa pengecekan bisa berisiko melanggar SOP.
- Poin 2: B. Bersikap defensif dan menyalahkan pengguna layanan.
- Poin 1: A. Tidak memberikan pelayanan dan memperburuk situasi.
Soal 4: Komitmen Kebangsaan & Anti-Radikalisme
Kasus: Anda melihat salah satu rekan kerja di kantor sering membagikan konten di media sosial yang berisi ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu dan cenderung bertentangan dengan Pancasila. Sikap Anda...
- Segera memblokir akun media sosialnya agar tidak melihat postingan tersebut.
- Menegurnya secara langsung dan mengingatkan bahwa sebagai ASN kita terikat pada asas netralitas dan persatuan.
- Diam saja karena itu adalah hak privasi dia di luar jam kerja.
- Melaporkan hal tersebut kepada atasan atau unit kepatuhan internal disertai bukti tangkapan layar.
Pembahasan & Bobot Nilai:
- Jawaban Terbaik (Poin 4): B. Langkah persuasif dan mengingatkan rekan sejawat adalah bentuk kepedulian terhadap korps ASN dan ideologi negara.
- Poin 3: D. Melaporkan adalah tindakan yang benar jika teguran tidak mempan atau konten sudah sangat berbahaya, namun pendekatan personal (B) sering dinilai lebih tinggi untuk membina rekan.
- Poin 2: A. Sikap apatis/masa bodoh.
- Poin 1: C. Pembiaran terhadap potensi radikalisme (Nilai paling rendah dalam tes wawancara ASN).
Soal 5: Profesionalisme dan Pengembangan Diri
Kasus: Kementerian HAM akan menerapkan sistem manajemen kinerja baru berbasis aplikasi. Anda sudah nyaman dengan sistem lama dan merasa sistem baru terlalu rumit. Sikap Anda...
- Mengkritik sistem baru tersebut kepada rekan-rekan kerja lain.
- Tetap menggunakan cara lama sampai ada teguran resmi untuk beralih.
- Mempelajari sistem baru tersebut dengan sungguh-sungguh dan membantu rekan lain yang kesulitan.
- Menggunakan sistem baru hanya jika sedang diawasi oleh atasan.
Pembahasan & Bobot Nilai:
- Jawaban Terbaik (Poin 4): C. Menunjukkan kemampuan belajar berkelanjutan (continuous learning) dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
- Poin 3: D. Mau berubah tapi motivasinya eksternal (karena diawasi).
- Poin 2: B. Resisten terhadap perubahan.
- Poin 1: A. Menjadi provokator negatif di lingkungan kerja.
Tips Sukses Tes Wawancara PPPK:
- Pilih jawaban yang paling "Ideal": Dalam tes tertulis/CAT, posisikan diri Anda sebagai ASN yang sempurna (jujur, taat aturan, loyal, dan melayani).
- Hindari jawaban ekstrem negatif: Jangan pilih opsi yang menunjukkan kemarahan, apatis, atau melanggar hukum.
- Fokus pada solusi: Pilih jawaban yang menyelesaikan masalah, bukan menghindari atau memperbesar masalah.
